Dedikasi dan Semangat Guru Sebagai Penjaga Keberlangsungan NKRI

foto bersama setelah upacara

“Meskipun kondisi masyarakat sedang menghadapi pandemi Covid-19, akan tetapi guru tetap menunjukkan baktinya kepada peserta didik, masyarakat, dan negara” demikian kutipan dari amanat yang disampaikan oleh Menteri Agama Jenderal TNI (prn.) Fachrul Razi, S.I.P., S.H., M.H dalam upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional 2020 yang diadakan di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia jalan lapangan Benteng Barat, Jakarta, yang diikuti secara virtual oleh seluruh institusi dan sekolah dibawah naungan Kementerian Agama. Dalam amanatnya Menteri Agama juga menyampaikan agar kondisi pandemi ini tidak menjadi halangan bagi para guru untuk terus menjalankan tugas mulia mendidik para penerus bangsa serta dedikasi dan semangat untuk menjaga keberlangsungan NKRI terus dilakukan tanpa henti.

Upacara secara virtual ini juga diikuti oleh pondok pesantren Al Amin yang diikuti oleh wakil pimpinan pondok pesantren Al Amin ustadz Supriyanto, M.Pd, bapak Rozikin, S.pd kepala Madrasah Tsanawiyah Al Amin, Ibu Fitri Astutik, S.Pd kepala Madrasah Aliyah Al Amin, beserta seluruh dewan guru Madrasah Tsanawiyah Al Amin dan Madrasah Aliyah Al Amin bertempat di ruang kelas Madrasah Aliyah Al Amin. Meskipun upacara dilakukan secara virtual, acara tersebut berlangsung secara hikmat serta lancar hingga akhir acara. Pada upacara virtual ini, seluruh peserta upacara tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker serta menjaga jarak.

Pada Hari Guru Nasional tahun ini mengambil tema “Bakti Guru Lindungi Negeri”, tema ini mengandung makna bahwa bakti guru dari dulu sampai di masa yang akan datang, dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi keberlangsungan negeri kita tercinta.Hari Guru Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 25 November 2020.

upacara virtual dipimpin langsung oleh menteri agama

Terkait hari lahir atau ulang tahun PGRI pada 25 November dapat dilihat di situs organisasi guru tersebut. PGRI lahir dari organisasi Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri di zaman kolonialisme pada 1912.Anggota PGHB adalah para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah, yang umumnya bertugas di Sekolah Desa serta Sekolah Rakyat Angka Dua. Selain PGHB, berdiri pula organisasi guru lain dengan berbagi corak misal profesi dan keagamaan.

Organisasi guru tersebut misalnya Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB). Selain itu ada Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), dan Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM).Pada 1932, PGHB berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) yang tidak disukai bangsa penjajah. Penambahan kata Indonesia mengindikasikan semangat kebangsaan dan persatuan di antara guru serta tenaga kependidikan. Setelah Belanda, Indonesia menghadapi Jepang yang melarang aktivitas PGI, menutup sekolah, dan melarang organisasi. Namun setelah merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia berhasil melakukan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta.

Dalam kongres disepakati, semua organisasi guru dengan berbagai latar belakang dihapuskan. Guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan berada dalam satu wadah PGRI. Dengan kesepakatan tersebut, PGRI berdiri pada 25 November 1945 seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan.

Ponpes Al Amin Diharapkan dapat meningkatkan Kualitas Pembudidayaan Ikan yang di miliki

Rabu(24/11). “diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat membantu Ponpes Al Amin untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembudidayaan ikan yang di miliki sehingga akan terus berkembang dan penggunaannya optimal” demikian ulasan singkat dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah Bapak Ir. H. Darliansyah, M.Si saat penyerahan bantuan bibit dan pakan ikan Patin yang diterima langsung oleh Ustadz Suryani Jiddy, Lc didampingi oleh wakil pimpinan Pondok pesantren Al Amin bapak Supriyanto, M.pd.

Kedatangan rombongan dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin langsung oleh bapak Ir. H. Darliansyah, M.Si selaku kepala dinas,  bertujuan untuk menyerahkan bantuan secara langsung, tidak hanya untuk pihak pondok pesantren saja, namun juga untuk kelompok masyarakat budidaya ikan seperti Kelompok Bersama Kita Maju, Kelompok Mina Bersama, dan kelompok Mina Amanah. Bantuan di serahkan langsung kepada masing-masing perwakilan kelompok masyarakat budidaya Ikan, diharapkan dengan adanya bantuan ini, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ikan yang dimiliki masing-masing kelompok tersebut.

SMK Al Amin Diharapkan dapat berkontribusi dan mendukung program food estate di Kabupaten Kapuas

foto bersama dengan jajaran Disdik Provinsi

(Senin,24/11).“Saya berharap agar siswa dari SMK Al Amin dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang perikanan maupun farmasi agar dapat menjadi seorang yang mempunyai jiwa wirausaha sehingga dapat menjadi tumpuan ekonomi, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Apalagi saat ini di kabupaten Kapuas dan kabupaten Pulang Pisau sedang dikembangkan program food estate dari pemerintah pusat sehingga diharapkan agar lulusan dari SMK Al Amin dapat berkontribusi untuk mensuksekan program tersebut” Demikian ulasan singkat dalam audiesi yang diadakan dengan pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah bapak Dr.Ir. Mofit Saptono Subagio, MP bersama dengan pengawas serta kepala sekolah.

Dalam kunjungan kali ini, bapak Dr.Ir. Mofit Saptono Subagio, MP beserta rombongan disambut langsung oleh ketua yayasan Islam Al Amin bapak Agus Setiawan, S.pd, pimpinan pondok pesantren Al Amin ustadz Suryani Jiddy, Lc, Kepala Sekolah SMK Al Amin bapak Supriyanto, S.pd, beserta seluruh pimpinan lembaga yang ada di lingkungan pondok pesantren Al Amin. bapak Dr.Ir. Mofit Saptono Subagio, MP beserta rombongan juga berkesempatan untuk meninjau langsung fasilitas pembibitan dan pembudidayaan ikan yang dimiliki oleh SMK Al Amin. Sembari dijelaskan oleh bapak Sugiarto, S.pd, bapak Dr.Ir. Mofit Saptono Subagio, MP beserta rombongan sangat antusias mendengarkan penjelasan beliau tentang bagaimana proses pembudidayaan ikan yang di Pondok Pesantren Al Amin, bapak Sugiarto, S.pd juga menjelaskan tentang proses pembuatan pakan secara mandiri oleh para santri pondok pesantren Al Amin.

Bapak Dr.Ir. Mofit Saptono Subagio, MP berharap agar SMK Al Amin dapat memproduksi produk olahan ikan seperti abon, hingga kripik kulit Patin, sehingga produk yang dihasilkan SMK Al Amin dapat memiliki nilai tambah di pasaran. Beliau juga menyarankan agar memaksimalkan berbagai fasilitas yang dimiliki pondok pesantren Al Amin seperti mengaktifkan kembali penggunaan ruko yang berada di depan pondok pesantren Al Amin. Adapun kedatangan beliau ke pondok pesantren Al Amin merupakan rangkaian kunjungan beliau ke beberapa sekolah yang ada di Kabuupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, tujuan beliau adalah untuk memastikan kesiapan sekolah terutama beberapa SMK yang ada di kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dalam mendukung program Food Estate yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini oleh kementerian Pertahanan dan kementerian Pertanian

Dakwah itu Kewajiban Siapa?

Menuntut Ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, namun apakah setiap muslim wajib mempelajari seluruh cabang ilmu agama?, dalam penjelasannya ustadz Suryani Jiddy, Lc mengatakan “bahwa pada asalnya seorang muslim wajib mempelajari ilmu agama, namun tidak semua ilmu agama wajib dipelajari, hanya beberapa ilmu agama yang menyangkut tentang aqidah, serta ilmu yang berkaitan dengan keseharian seperti ibadah maupun muamalah”. Namun bagi seorang pendakwah maka dia wajib untuk menguasai ilmu yang akan dia sampaikan. lalu pertanyaannya apakah dakwah juga wajib bagi setiap muslim? ustadz Suryani Jiddy, Lc menjelaskan bahwa kewajiban dakwah tidak dibebankan kepada setiap muslim namun apabila ada segolongan orang yang telah berdakwah maka gugur kewajiban tersebut dari yang lainnya, ada juga pendapat lainnya apabila kemungkaran lebih banyak maka dakwah menjadi kewajiban setiap muslim, namun apabila kemungkaran lebih sedikit maka kewajiban dakwah hanya untuk sebagian muslim.

Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib yang diikuti oleh seluruh guru lembaga yang ada di pondok pesantren Al Amin seperti Madrasah Tsanawiyah Al Amin, Madrasah Aliyah Al Amin, dan SMK Al Amin. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap pekan pada hari Selasa dari jam 07.15 sampai 11.15 selama enam kali pertemuan. pada pembekalan kali ini kegiatan dilaksanakan di ruang kelas SMK Al Amin lantai dua.

Kegiatan ini bertujuan untuk tarbiyah serta pembekalan tentang dasar kependidikan dan dakwah dalam Islam, sehingga dapat mencapai satu pemahaman bagi guru-guru di pondok pesantren Al Amin Kapuas.

Kunci Kesuksesan adalah Kerja Keras dan Memuliakan Kedua Orang Tua

“Dalam meraih kesuksesan sebenarnya hanya diperlukan dua kunci saja yaitu, mencintai proses dengan gigih dan memuliakan kedua orang tua”, demikian nasehat singkat dari wakil rakyat dari komisi III DPR-RI H. Agustiar Sabran, S.kom kepada para santri pondok pesantren Al Amin dalam kunjungan beliau di tengah masa reses anggota DPR-RI. Kedatangan beliau ke Pondok Pesantren Al Amin disambut secara langsung oleh ketua yayasan Al Amin bapak Agus Setiawan, S.pd, pimpinan pondok pesantren Al Amin Ustadz Suryani Jiddy, Lc beserta para guru dan santri.

Kegiatan ini diawali dengan Sambutan yang disampaikan oleh ustadz Suryani Jiddy, Lc. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi bapak Agustiar Sabran, S.kom ke pondok pesantren Al Amin. Kunjungan ini sekaligus kunjungan pertama kalinya anggota DPR-RI ke pondok pesantren Al Amin, beliau mengharapkan agar kunjungan ini dapat mengeratkan tali silaturahmi serta meningkatkan hubungan antara pondok pesantren dengan DPR-RI, serta dapat bekerjasama pada kegiatan lainnya.

Selanjutnya bapak Agustiar Sabran, S.kom menyampaikan agar pondok pesantren Al Amin selalu memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker. Beliau juga menceritakan bahwa beliau dulunya berasal dari keluarga miskin, dan baru keluar dari garis kemiskinan pada tahun 1986, kesuksesan yang beliau rasakan sekarang, beliau lalui dengan proses yang tidak mudah, namun dengan kerja keras serta doa dari kedua orang tuanya, beliau dapat merasakan kesuksesan saat ini. Beliau juga menceritakan bahwa dulunya beliau pernah mengenyam pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTS) tepatnya di MTS Tarmili Pangkalan Bun, beliau juga menceritakan saat ini ayahnya sedang di rawat di rumah sakit, beliau memohon kepada seluruh civitas akademika pondok pesantren Al Amin untuk mendoakan ayah beliau agar diberi kesembuhan dan kesehatan seperti sedia kala. Beliau juga meminta maaf jika kunjungan beliau saat ini sangat singkat dikarenakan harus kembali ke Jakarta dikarenakan ayah beliau sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Silaturrahmi dan Pertemuan Dewan Gubernur Bank Indonesia dengan Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia

Pimpinan dan perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Kapuas

Selasa(28/10). Pondok pesantren Al Amin menjadi tuan rumah pertemuan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Kapuas dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia secara daring. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh dewan gubernur Bank Indonesia dan pimpinan pondok pesantren seluruh Indonesia. Bertempat di aula kelas SMK Al Amin, kegiatan ini dihadiri pimpinan dan perwakilan pondok pesantren diantaranya Pondok Pesantren Al Muhajirin Antang, Pondok pesantren Darul Hikmah Darussalam, Ponpes Darul Ummah, Pondok pesantren Fajar Islam, dan Pondok Pesantren Miftahussalam.

Kegiatan dimulai jam 19.45 dengan pembacaan Al quran surat Al Hajj oleh KH. Rif’at Aby Syahid dari Ponpes Al Falah Bandung. Selanjutnya dengan dimoderatori KH. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) beberapa pimpinan pondok pesantren menyampaikan pesan dan kesan serta testimoni tentang perkembangan ekonomi syariah di Indonesia diantaranya dari pimpinan Pondok pesantren DDI Mangkoso prof. DR. AGH.M Faried Wadjedy, M.A., pimpinan pondok pesantren Darul Hijrah Kalimantan Selatan KH.Zarkasyi Habsi, pimpinan Pondok Pesantren Thohir Yasin NTB Tuan Guru Ismail Thohir, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ittifaq Bandung KH. Fuad Affandi, pimpinan pondok pesantren Al Anwar Rembang KH. Abdul Ghofur Maimoen Zubeir, pimpinan pondok pesantren Raudlutul Hasanah Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, pimpinan pondok pesantren Nurul Jadid Probolinggo KH. Moh Zuhri Zaini, BA, pimpinan pondok pesantren Minhajurrosyidin ustadz Asy’ari.

Setelah beberapa pimpinan pondok pesantren selesai menyampaikan pesan dan kesan, acara dilanjutkan dengan penyampaian ucapan terima kasih dari Gubernur Bank Indonesia bapak Perry Warjiyo, SE, MSc, Ph.D. Dalam penyampaiannya beliau mengucapkan terima kasih atas kontribusi pondok pesantren seluruh Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, sehingga diharapkan pengembangan ekonomi syariah dapat semakin pesat. Beliau juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia akan selalu mendukung dan mengsuport pondok pesantren di Indonesia dalam pengembangan ekonomi di lingkungan pondok pesantren. Selanjutnya penyerahan Buku Direktori pesantren ke beberapa perwakilan pondok pesantren. Dan acara malam ini ditutup dengan pembacaan doa oleh KH.Zarkasyi Habsi dari pondok pesantren Darul Hijrah Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 ke-7. kegiatan ISEF adalah acara tahunan yang di adakan oleh Bank Indonesia yang dilaksanakan sejak tahun 2014.  ISEF memiliki visi untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus utama kebijakan nasional dan internasional dan menjadikan Indonesia sebagai referensi dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sebagai upaya mewujudkan visi tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan kegiatan ISEF ke level internasional. ISEF bertransformasi dari agenda bersifat lokal nasional menuju level internasional dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang unggul di dunia. Di antara kegiatan ISEF adalah Festival Ekonomi Syariah (FESYAR), Konfrensi Internasional, International Call for papers, dan lain sebagainya.

Bantuan Bibit Ikan Lele dari BBAT Mandiangin

Sabtu(26/10). SMK Al Amin yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Amin kembali mendapatkan bantuan dari Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Mandiangin. Perwakilan dari BBAT Mandiangin disambut langsung oleh perwakilan dari pondok pesantren Al Amin, Bapak Giyar, S.pd serta para santri yang berada di lingkungan pondok pesantren Al Amin serta petugas pelaksana lapangan (PPL) ibu Sarmini Eka Wijaya, S.Pi. Diharapkan bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas kolam ikan yang dimiliki oleh pondok pesantren Al Amin. Saat ini pondok pesantren Al Amin memiliki tiga jenis kolam ikan yaitu dengan sistem tanah, tembok dan bioflok.

BBAT Mandiangin beralamat di Jl. Tahura Sultan Adam km 14, Mandiangin Kec. Karang Intan, Kab. Banjar Kalimantan Selatan. BBAT Mandiangin merupakan sebuah badan  yang dibentuk untuk mendukung Industrialisasi Perikanan Budidaya. Wilayah kerja badan ini meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor: PER.09/MEN/2006, Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin mempunyai tugas melaksanakan penerapan teknik perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar serta pelestarian sumberdaya induk, benih ikan dan lingkungan air tawar.

Peringati Hari Santri 2020, Ponpes Al Amin mengadakan Upacara dan Istighosah

Hari santri tahun 2020 kembali diperingati oleh warga pondok pesantren Al Amin baik dari pimpinan, ustadz-ustadz, serta para santri. Dengan menggunakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak, rangkaian peringatan hari santri 2020 dimulai dengan mengadakan upacara bendera, dipimpin oleh inspektur upacara pimpinan pondok pesantren Al Amin ustadz Suryani Jiddy, Lc serta komandan upacara saudara Izlan. upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih dengan petugas pengibar bendera, saudara Muhammad Fauzi, Muhamad Atiq Adani, dan Bayu Andrean. selanjutnya seluruh peserta upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Hari Santri Nasional. selanjutnya penyampaian amanat oleh Inspektur Upacara, dalam amanatnya, ustadz Suryani Jiddy, Lc menekankan bahwa hari santri diperingati untuk mengenang perjuangan para santri dalam melawan penjajah yang dipimpin dan digelorakan oleh para ulama, sehingga kita sebagai generasi muda santri harus selalu meneladani semangat perjuangan para santri terdahulu dalam mengusir penjajah dari Tanah Air. selanjutnya upacara ditutup dengan pembacaan doa yang di pandu oleh saudara Yusep Ahmad.

Setelah mengadakan upacara, para ustadz dan santri bergegas menuju ke masjid untuk mengadakan Istighosah yang tentunya tetap menggunakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menjaga jarak. Acara istighosah dimulai dengan pembacaan ma’tsurat oleh pimpinan pondok pesantren, para ustadz, santriwan dan santriwati. Setelah menyelesaikan pembacaan Ma’tsurat, seluruh peserta Istighosah secara bersama-sama memanjatkan doa yang dipimpin oleh ustadz Suryani Jiddy, Lc. agar wabah COVID-19 ini segera di angkat dari negeri ini, dan Indonesia selalu diberi keberkahan dan keselamatan, serta para pemimpin negeri ini diberi hidayah dan di bimbing dalam menjalankan amanahnya memimpin negeri ini.

Acara Istighosah ini ditutup dengan penampilan pidato serta pembacaan puisi dari perwakilan para santri. Adapun penampilan pidato diwakili oleh saudara Miftahul Karim. Dalam penyampaiannya, Saudara Miftahul Karim berharap agar pandemi Covid-19 segera di angkat dari negeri ini, sehingga kehidupan berjalan kembali normal seperti biasa. Selanjutnya pembacaan puisi oleh saudari Fitriani dengan mengangkat tema Corona.

Adapun hari santri telah diperingati setiap tahun dimulai dari tahun 2015, sehingga pada tahun ini pondok pesantren Al Amin telah melakukan peringatan hari santri yang ke-5. Adapun tujuan dari peringatan hari santri ini adalah sebagai pengingat dan untuk meneladani semangat jihad para santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan oleh para ulama. Tanggal 22 Oktober juga merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan resolusi jihad yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Menjelang peringatan Hari Santri 2020, Ponpes Al Amin Mengadakan Rapat persiapan

Menjelang hari santri nasional yang akan jatuh pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2020, pondok pesantren Al Amin mengadakan rapat guna menyiapkan rangkaian acara untuk memperingati hari santri nasional. Rapat ini dihadiri oleh pimpinan dan seluruh guru yang ada di lingkungan pondok pesantren Al Amin kapuas, baik dari guru madrasah Tsanawiyah, madrasah Aliyah, maupun SMK. Rapat ini di pimpin oleh Ustadz H. Suryani jiddy, LC, dalam pemaparannya beliau menjelaskan agar peringatan hari santri nantinya akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana yang telah disepakati bersama. Ditengah pandemi Covid-19, peringatan hari santri tahun ini akan dilakukan secara berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ustadz H. Suryani jiddy, LC menekankan agar rangkaian kegiatan hari santri tetap menggunakan protokol kesehatan secara ketat, seperti wajib menggunakan masker bagi seluruh peserta peringatan, serta melakukan social distancing dengan tanpa mengurangi khidmat dan kekhusyukan dalam menjalani peringatan hari santri tahun ini.

Adapun hari santri telah diperingati setiap tahun dimulai dari tahun 2015, sehingga pada tahun ini pondok pesantren Al Amin telah melakukan peringatan hari santri selama 5 tahun. Adapun tujuan dari peringatan hari santri ini adalah sebagai pengingat dan untuk meneladani semangat jihad para santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan oleh para ulama. Tanggal 22 Oktober juga merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Kunjungan Pemprov Kalimantan Tengah ke Pondok Pesantren Al Amin

pada hari Selasa tanggal 13 Oktober 2020, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang, Dinas Pertanian dan Peternakan, berkunjung ke pondok pesantren Al Amin. Pada kunjungan kali ini, disambut secara langsung oleh ketua yayasan bapak Agus Setiawan, S.pd dan pimpinan pondok pesantren Al Amin ustadz Suryani jiddy, LC beserta para asatidz lainnya, rombongan Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah, mengadakan pertemuan di ruang kantor Madrasah Aliyah Al Amin, dalam pertemuan membahas tentang rencana kerjasama antar dinas terkait dengan pondok pesantren Al Amin, sehingga nantinya pondok pesantren Al Amin bisa menjadi lebih berdaya dan mandiri dalam mengelola berbagai potensi sumber daya yang ada di lingkungan pondok pesantren Al Amin.

Selanjutnya rombongan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah, meninjau langsung berbagai fasilitas yang di miliki oleh pondok pesantren Al Amin seperti kolam dengan media tanah semen maupun bioflok, fasilitas pembuatan pakan ikan, fasilitas pembibitan ikan, serta asrama guru. Kunjungan ini diakhiri dengan shalat Dzuhur bersama dengan imam ustadz Suryani jiddy, LC di masjid Halimah Abdu Musa Al Badri (Ummu Khalid). Semoga dengan adanya silaturahmi pemerintah provinsi Kalimantan Tengah ke pondok pesantren Al Amin, dapat semakin merekatkan hubungan yang sudah terjalin selama ini.