Pondok Pesantren Al Amin Gelar Tasmi AL Qur’an 3 Juz untuk Jenjang MTs, MA dan SMK

Pulau Petak(17/9)- Pondok Pesantren Al Amin menggelar acara tasmi Al Qur’an 3 juz untuk jenjang MTs, MA dan SMK baik santri yang mukim di asrama maupun santri yang pulang pergi.

Kegiatan Tasmi ini rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga dan menguatkan hafalan para santri. Kegiatan Tasmi ini rutin dilaksanakan setiap semester di Pondok Pesantren Al Amin..

Al Qur’an merupakan salah satu program unggulan di Pondok Pesantren Al Amin, selain tahsin dan tahfidz perlu ada kegiatan penunjang guna menguatkan tahsin dan tahfidz santri seperti yang dilakukan saat ini yaitu Tasmi Al Qur’an, ada juga cerdas cermat Al Qur’an ada juga muqoyyam Al Qur’an dan banyak lagi program pendukung lainnya.

Vaksinasi Dosis I Pondok Pesantren Al Amin

Pulau Petak(16/09)- Telah dilaksanakan vaksinasi di Pondok Pesantren Al Amin pada Rabu(15/09) 2021 untuk santri ,pelajar dilingkungan pulau Petak dan masyarakat umum.

Vaksinasi dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB,

Sekitar 200 santri Pondok Pesantren Al Amin baik jenjang MTs, MA maupun SMK telah divaksin dosis pertama dengan vaksin Sinovac, namun ada beberapa santri yang di tunda untuk dilakukan vaksinasi karena beberapa hal seperti memiliki komorbid, tekanan darah tinggi dan belum mencapai umur 12 tahun ke atas.

Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan oleh Polres Kapuas bekerja sama dengan Puskesmas Sei Tatas, sebanyak 500 dosis disiapkan untuk melakukan vaksinasi ini di Pondok Pesantren Al Amin.

Lima Nasihat berharga bagi orang tua yang anak nya sedang mondok

Ada nasihat yang sangat berharga dari guru kita,kyai kita dari Pondok Pesantren Modern Gontor yaitu Kyai Hasan Abdullah Sahal bagi para orang tua yang anak nya saat ini sedang mondok di pesantren.

Berikut kami kutipkan nasihat Pimpinan Pondok Modern Gontor, Kiyai Hasan Abdullah Sahal;

Pertama, Tega. Orang tua harus tega meninggalakan anaknya di pondok. Biasanya para ibu punya sindrom gak tegaan.

Yakinkan pada diri Bapak/Ibu bahwa di pesantren putra-putri ibu dididik bukan dibuang, diedukasi bukan dipenjara. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuangan.
Yakinlah keadaan anak bapak jauh lebih baik dibanding keadaan saat Nabi Ibrahim alaihissalam meninggalkan putranya di gurun yang tandus tidak ada pohon sekalipun, apalagi MCK dan kantinرَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman” …(QS. Ibrahim/14, 37)

Kedua, ikhlas. Sebagaimana kita sadar, bahwa anak kita dididik, dan diajar, kita juga harus ikhlas purta-putri kita menjalani proses pendidikan itu; dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dibatasi waktu tidurnya, dan sebagainya.

Kalau merasa anak Anda dibuat tidak senyaman hidup dirumah, silakan ambil anak itu serkarang juga. Pondok bukan funduk (hotel), pesantren tidak menyediakan pesanan. Lagi pula, guru dan ustadz belum tentu dibayar dari uang kita.

Ketiga, Tawakkal. Setelah menetapkan hati untuk tega dan ikhlas, serahkan semua pada Allah.
Berdoalah! Karena pesantren bukan tukang sulap, yang dapat mengubah begitu saja santri-santrinya.

Kita hanya berusaha, Allah azza wa jalla mengabulkan doa. Doa orang tua pada anaknya pasti dikabulkan. Minta juga anak untuk rajin berdoa karena doa penuntut ilmu mustajab.

Keempat, Ikhtiar. Poin ini yang utama adalah dana. Tidak semua pondok merupakan lembaga amal. Banyak pondok yang tidak menggaji ustadznya, masa’ harus dibebani dengan membiayai santrinya juga. Imam Syafi’i sendiri berpesan mengenai syarat menuntut ilmu adalah dirham (baca: uang/rupiah). Insyallah, semua yang dibayarkan bapak-ibu 100% kembali pada anak-anak.

Kelima, yang terakhir, Percaya. Percayalah bahwa anak bapak-ibu dibina, betul-betul dibina. Semua yang mereka dapatkan di pondok adalah bentuk pembinaan. Jadi kalau melihat anak-anakmu diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan.

Jadi, jangan salah paham, jangan salah sikap, jangan salah persepsi. Jangan sampai, ketika ibu-bapak berkunjung menjenguk anak, kebetulan melihat putra-putrinya sedang mengangkut sampah, kemudian wali santri mengatakan “ngak bener nih pondok, anak saya ke sini untuk belajar, bukan jadi pembantu”.

Ketahuilah bapak, ibu… putra-putrimu pergi ke pesantren untuk kembali sebagai anak berbakti. Jangan beratkan langkah mereka dengan kesedihanmu. Ikhlaskan, semoga Allah rahmati jalan mereka.

Izinkan admin menutup tulisan ringkas ini dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.زُرْ غِبًّا تَزْدَدْ حُبًّا

Bertemulah jarang-jarang agar cinta makin berkembang.
(Abu Dawud, Ibnu Hibban, Thabrani dan Baihaqi dengan sanad shahih

Pelaksanaan PTMT Di Lingkungan Pondok Pesantren Al Amin

PTMT di Lingkungan Pondok Pesantren Al Amin resmi dilaksanakan sejak kemaren Selasa, 7 September 2021.

Kegiatan PTMT diawali dengan pengecekan suhu tubuh dan pemberian hand sanitizer oleh satgas Covid Pondok Pesantren Al Amin , kemudian santri masuk ke kelas dengan jarak tempat duduk diatur sekitar 1,5 meter.

Santri belajar di pondok hanya skitar 3 jam. Walaupun sebentar, namun terlihat antusias para santri yang sudah lama merindukan untuk dapat belajar ke sekolah.

Semoga semua ikhtiar kita diberikan kemudahan oleh Allah SWT, serta kondisi kembali normal seperti dulu. Amiinnn

Pelatihan Pengolahan ikan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kal-Teng

Kegiatan Pelatihan Pengolahan Ikan untuk santri dan pembina santri bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Amin.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari, 8-9 September dengan praktek pembuatan rengginang patin, kerupuk lele dan amplang nila.
Instruktur pada pelatihan ini berasal dari Banjarmasin yang sudah sering berkolaborasi dengan BLK Kapuas.

Peserta pelatihan ini di ikuti oleh sebagian besar santri SMK jurusan perikanan, snatri MA , MTs serta guru produktif perikanan dan guru pendamping Lain nya.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah berharap dengan pelatihan ini menjadikan Pondok Pesantren Al Amin mampu menjadi role model pengembangan sentra olahan ikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin ust Suriani Jiddy pun menyambut baik kegiatan ini dan kegiatan ini sesuai dengan tujuan pendidikan Pondok Pesantren Al Amin yaitu mampu berdiri sendiri/mandiri. Turut hadir juga para kepala lembaga mendampingi kegiatan ini yaitu kepala SMK Al Amin dan Kepala Madrasah Aliyah Al Amin.

Kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk dapat mendukung life skill para santri yang kemudian setelah lulus, terutama para santri SMK jurusan perikanan yang bersinggungan langsung dengan ikan dan olahan turunan nya, dapat mengaplikasikan seluruh ilmu yang didapat termasuk ilmu pada saat pelatihan ini.

Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat kan keberkahan dari Allah SWT.

PTMT Resmi Dimulai, Bagaimana Dengan Ponpes Al Amin?

Pemerintah, melalui Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Kapuas telah memberikan lampu hijau untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada satuan pendidikan di lingkungan Kabupaten Kapuas dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan hanya 50% peserta didik yang boleh tatap muka dari setiap kelas.

Menanggapi hal tersebut, Pondok Pesantren Al Amin menyambut baik untuk menjalankan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, dengan pemenuhan dan pemberlakuan protokol kesehatan baik dari awal kedatangan santri bersama orang tua maupun saat mereka tiba di asrama,

Adapun Standar Operasional yang dilakukan pada saat santri datang yaitu :

1. Santri dan orang tua wajib memakai masker saat memasuki area pondok

2. Santri dan orang tua di ukur suhu tubuh nya dan melakukan cuci tangan.

3. Orang tua mengisi surat pernyataan mengizinkan putra/i nya untuk melaksanakan PTMT

4. Orang tua tidak diperbolehkan untuk masuk ke area asrama pondok.

5. Selama 14 hari kedepan santri dikarantina terlebih dahulu di asrama berbeda.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelancaran, kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan segala aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Al Amin.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Tinjau Gudang Penggilingan Padi milik Pondok Pesantren

Pulau Petak – (18/02) Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Kapuas Ust. H. Suriani Jiddy, Lc didampingi oleh Ust. Widodo Evendi, S. Pd. I kepala Madrasah Aliyah Al Amin melakukan kunjungan ke Gudang Penggilingan Padi milik Pondok Pesantren Al Amin Kapuas di Sei Laser,Kapuas Murung.

Dalam tinjauannya tersebut beliau melihat beberapa dinding bangunan yang sdh mulai keropos,serta beberapa tiang yang sudah lepas dari pondasi nya.

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat In Syaa Allah bangunan tersebut akan segera di renovasi guna menambah kenyamanan pelanggan.

Beliau juga menambahkan rencana kedepan yang akan melakukan pembelian gabah kering dan kemudian beras hasil gilingan diharapkan dapat membantu kebutuhan beras di dapur pesantren dan juga kebutuhan guru.

Kegiatan Sosial FORDAYAK Kapuas di Ponpes Al Amin

FORDAYAK Kabupaten Kapuas mengunjungi Pondok Pesantren Al Amin untuk melakukan kegiatan sosial berupa penyerahan alat kesehatan untuk penanggulangan COVID-19 di Pondok Pesantren Al Amin.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Ust. H Suriani Jiddy,Lc melalui Ka.Bag Dana dan Usaha Pondok Pesantren Al Amin Bapak Giyar menyambut rombongan FORDAYAK Kapuas dan menerima bantuan secara simbolis.

Adapun alat kesehatan yang diberikan adalah berupa sprayer disinfektan,masker kain,handsanitizer, dan vitamin

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada FORDAYAK Kapuas atas kepedulian dan perhatian nya kepada kami di Pondok Pesantren Al Amin

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMK Al Amin adakan In House Training

Di masa pandemi ini, seorang guru dituntut untuk memberikan pengajaran yang lebih kreatif dan Inovatif, agar siswa yang mengikuti pembelajaran mendapatkan pelajaran dengan maksimal, apalagi saat ini, pengajaran sebagian besar tidak dilakukan secara tatap muka, sehingga guru dituntut untuk menguasai teknologi pembelajaran online serta menggunakannya dengan lebih aktif dan aktratif. SMK Al Amin menyadari ini sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh para guru, maka dari itu, SMK Al Amin mengadakan sebuah pelatihan bertajuk ‘In House Training’ dengan tema “meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP, dengan metode yang lebih aktif, kreatif dan inovatif.”

Acara ini diawali dengan sambutan dari bapak Supriyanto, S.Pd selaku Kepala Sekolah Al Amin, dalam pemeparannya beliau menekankan agar pelatihan ini dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin sehingga nantinya dapat diterapkan dengan sangat baik pada saat proses pembelajaran. Pada kegiatan ini hadir pula bapak Darmawi, M.Pd.I selaku pengawas SMK Al Amin, dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para guru, jangan sampai gurunya kalah pintar dengan muridnya dalam hal penguasaan teknologi.

penyerahan sertifikat kepada pemateri

Acara ini menghadirkan pemateri yang sangat mumpuni di bidangnya yaitu bapak riyanto, S.Pd, Guru SMKN 2 Kuala Kapuas. Dalam pemaparannya, bapak Arianto menjelaskan tentang bagaimana menyusun RPP dengan metode yang lebih aktif, kreatif dan inovatif, sehingga para siswa dapat menerima materi pelajaran dengan sangat maksimal. Beliau juga menjelaskan tentang bagaimana agar menyusun RPP ini disesuaikan dengan pembelajaran daring selama pandemi ini. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh para guru baik dari SMK Al Amin maupun dari Madrasah Tsanawiyah Al Amin, dan Madrasah Aliyah Al Amin. Kegiatan yang diadakan pada hari Sabtu 05 Desember 2020 yang bertempat di ruang kelas SMK Al Amin ini di mulai dari jam 09.00 sampai dengan jam 14.00. kegiatan ini ditutup dengan foto bersama, dan penyerahan sertifikat yang diserahkan langsung oleh bapak Supriyanto, S.Pd.I kepala SMK Al Amin kepada bapak Riyanto, S.Pd. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh guru yang mengikuti kegiatan ini, dan dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran.